Selasa, 31 Juli 2012

The Last Moment of Study...

"Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi." (Jawaharlal Nehru)




 Terpampang jelas di layar Hape kalimat itu.....sederhana...tapi seolah-olah banyak pesan oleh sang pengirim pesan.......
Ayahku....

Tak terasa... bila mengingat..... satu, dua, tiga...dan ternyata 4 tahun sudah saya menimba ilmu sebagai seorang mahasiswa....
Seseorang yang berada dalam masa transisi....pencarian sebuah Jati Diri....

"Siapakah aku....?"
"Hendak jadi apakah aku....?"
"Lalu Bagaimanakah saya dapat meraihnya...?"

Pertanyaan yang selalu ada....dan akan selalu ada.... walau kita jarang memikirkannya....
Atau mungkin enggan selama ini untuk mikirkannya.....??

"Terlambatkah untuk sekarang memikirkannya...?"
Saya rasa tidak...semua belum terlambat....selama tangan ini masih bisa berkarya...selama kaki ini masih terdengar langkahnya.... saya rasa pertanyaan itu justru semakin kuat menghampiri saat ini....
Dan saya rasa pula...hati ini semakin mencari tahu akan semua jawaban pertanyaan itu....

Andaikan saya bisa se-Tegar Ayah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan itu... Tapi pasti suatu saat nanti...Walau dengan jalan yang berbeda....
Hanya tidak mau gegabah dalam mengambil sebuah keputusan hidup.... Karena tidak kita tidak bisa "semena-mena" merubah atau meninggalkan keputusan yang telah kita buat...

Mungkin mereka pikir Saya "takut"...sehingga tak berani mengambil sebuah konsekuensi....
Konsekuensi yang akan berjalan seumur hidup.... bahkan sebagai bekal kita kelak menghadapNya....

Berhenti sejenak langkah ini dalam sebuah proses.... yup, proses menikmati masa-masa, hari-hari, atau
    bahkan detik-detik menjadi seorang mahasiswa...
Bak anak burung disangkar di tepi tebing tinggi..... yang melihat betapa luas langit membentang.....betapa
      hangat matahari menyapa.... mempersiapkan sejenak sayapnya...yang tak tahu rapuh tidaknya sayap itu...karena masih berharap belaian dari sang induk....

     Namun...suatu saat anak burung itu harus melompat dari sarangnya.....
Berusaha mengepakkaan sayapnya sekuat tenaga.....atau lebih memilih untuk Jatuh dan Mati....

Pikirkan....pikirkanlah akan semua hal itu....
    Tapi sekarang bukan saatnya untuk tetap berpikir tanpa bertindak....
Induk burung lebih memilih untuk memberi makan burung lain yang belum terbentang sayapnya.... atau
    mungkin memberikan makan pada burung yang telah jatuh dari sarangnya...sehingga sayapnya "patah"....

Pejantan burung itu pun tak henti-hentinya terbang.... menjelajahi samudera.....yang ia sendiri tak tahu kapan ada ujungnya.....

Benar.....!!!
Sekarang bukan saatnya lagi untuk terus berpikir tanpa bertindak.....
     Tidak juga lantas bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu.....
Jalan-jalan terbentang di depan mata....ada yang berjalan....ada yang berlari...dan ada pula yang hanya
     duduk di pinggir jalan...

Tak sedikit pelari itu terjatuh.... atau pejalan kaki yang menoleh kebelakang....seolah ada sesuatu yang
      tertinggal...

 Dan ternyata....Seseorang yang duduk itu seperti menunggu sesuatu.... kemudian menoleh kearahku....    
      tersenyum.... melambaikan tangan... dan berteriak ...."Ayo.....Lekaslah kemari.....!!"

          Ternyata masih ada orang yang menungguku.....ditengah orang-orang yang berlari mengejar cita-cita atau hanya ambisi semata.... Tak akan ku sia-siakan tawaran itu.... kuhampiri seseorang yang duduk itu.... dan mencoba mengajak pejalan kaki yang sedang menoleh kebelakang.... berharap bisa menyusuri jalan itu bersama-sama....

Tertegun sejenak menatap sesosok yang menungguku...senyuman hangat menyapa.... bagai sesosok yang
    tidak asing bagiku....
Bertanya aku pun padanya....sambil membantunya agar lekas berdiri dari duduknya..... "Siapakah gerangan dirimu?"..."hingga rela kau menunggu sejenak untuk menapaki jalan ini"

Senyumnya kembali terpancardari wajahnya.....berdiri....dan berkata "Kenalkan....namaku AMAL."
"Aku sengaja menunggumu agar kau senantiasa berjalan bersamaku....disetiap langkahmu....",

Kembali terdiam....kuraih tanggannya....kugenggam....dan kucoba berlari mengajaknya.... hanya agar air mata ini ternawa angin saat berlari.....

Sadar akan sesuatu....lupa akan amal....padahal ia selalu menunggu....seberat apapun jalan yang harus dihadapi pada masa-masa ini....Semoga tetap bisa melangkah bersama AMAL.....

Hingga Satu tikungan hidup yang Curam akan kulewati.....
     Ya.....Menjadi seorang Sarjana.....



Dan kembali berjalan bersama AMAL....menanjak....turun....dan berkelok-kelok.....hingga sampai kepada Zat yang senantiasa menunggu AMAL ini bersamaku...

==CatatanKuAkhirStudiku==

"Jangan Melihat Masa Lalu Dengan Penyesalan, Jangan Pula Melihat Masa Depan Dengan Ketakutan, Tapi Lihatlah sekitarmu Dengan Penuh Kesadaran...."
(James Thurber).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

We Love Palestine

We Love Palestine